Jika Aku Bisa
Jika aku bisa menyingkirkan setiap kerikil dijalan
Akan ku singkirkan semua demi langkahmu
Tapi aku tahu itu hanya akan menghambatmu
Nak, engkau adalah anugerah terbesar dalam hidupku
Namun ketika engkau mulai berkata ’tidak’
Itulah kerikil terbesar dalam hidupku
Jika aku bisa selalu memayungimu kala hujan
Akan ku bentangkan payung yang lebar untukmu
Tapi aku tahu disetiap hujan pasti ada kesejukan
Naka, tahukah engkau bahwa setiap sakit yang kau rasakan
adalah sakitku juga
Namun apakah engkau juga tahu
Bahwa dalam setiap sehatmu, sakit itu masih kurasa.
Jika aku bisa selalu melindungimu
Akan ku singkirkan setiap gangguan darimu
Tapi aku tahu kau tidak akan pernah dewasa
Nak, mendidikmu adalah kewajiban bagiku
Tapi bukankah itu membutuhkan perjuangan
Bagaimanapun juga disetiap lelahku, yakinlah !
Bahwa kau akan menemukan tempat di sampingku
Jika aku bisa selalu disampingmu
Akan kuselesaikan setiap masalahmu
Tapi aku tahu kau tidak akan pernah belajar
Nak, menjadi laki-laki itu sangatlah berat
Begitupun menjadi wanita
Bergalon-galon air mata dibutuhkan tuk menyempurnakannya
Tapi ingatlah nak,
Menjadi apapun dirimu aku akan selalu mendukungmu.
Jika aku bisa memutar kembali waktu
Akan ku buat segalanya lebih mudah untukmu
Tapi aku tahu dengan itu kau hanya akan menjadi lemah
Nak, hanya rahim ibumu yang bisa membentukmu.
Tapi lihatlah betapa indah menjadi ayahmu
Kutemukan surga disetiap tatapan manjamu.
satelit hatiku
biarkan aku menjadi bumi dulu
yang akan selalu dikelilingi sebuah satelit
biakan aku terus mendapat cahayanya
walau bukan miliknya sendiri
namun sudah cukup tuk menerangi
biarkan semua orang mengolok satelitku
rembulanku memang bopeng dan tak rata
namun lihatlah!
lihatlah dengan jernih!
bulanku selalu dirindui setiap pecinta
biarkan aku membersamainya
dalam orbit yang telah ditetapkan
bersama dalam keteraturan mengelilingi matahari
mengikuti kehendak dari Pencipta langit
tak pernah kupedulikan
ketika banyak planet dikarunia beberapa satelit
begitupun tak pernah kulirik
setiap bintang yang iri
melihat kami selalu bersama dalam orbit yang tetap.
satelitku kan selalu mengiringi jalanku
berputar pada rel yang semu
namun sangat nyata ketika pelangi terlihat
bulanku begitu setia membelai atmosfirku
biarlah gugusan galaksi menaungiku
tak masalah lubang hitam semakin lama menyedotku
asal satelitku selalu mengelilingiku
harmoni itu akan berjalan sepanjang masa
hingga batas akhir waktu yang bisa menghentikannya.
13 maret 2008
malam ini hanya kudengar jangkrik mengerik
dan hembusan angin dari sela-sela lubang pintu
Wahai malaikat maut
Wahai malaikat maut
Sudilah dirimu mampir ke bilikku barang sebentar
Inginku bercengkrama denganmu
Menceritakan keluh kesahku
Wahai malaikat maut
Tolong ceritakan padaku nikmatnya tugasmu itu
Berikan gambaran padaku nikmatnya hidup tanpa raga
Hingga kusadar bahwa keabadian akan kujelang
Wahai malaikat maut
Aku tahu anda sedang mengintaiku saat ini
Entah darimana dan entah sejak kapan
Namun kutahu pasti waktuku akan datang
Wahai malaikat maut
Pagi ini kudengar lagi hasil kerjamu
Satu lagi temanku kau jemput
Bisakah kau berikan aku sedikit catatanmu
Karena kutahu bekalku belum cukup
Bukan masalah kapan kau datang
Tapi berapa lamakah waktu yang kuhabiskan tuk mengingatmu
Bukan masalah dimana kau datang
Tapi dengan siapa hati ini berbicara saat kau mampir
Bukannya aku takut ketika kau datang
Namun aku takut saat bekalku kurang
Bukannya aku berat meninggalkan orang yang kusayangi
Namun aku takut putra-putriku tak bisa mendoakanku saat kupergi
Wahai malaikat maut
Kira-kira 3 bulan yang lalu
Kau memberikan pelajaran padaku
Kau bawa orang yang paling kusayangi
Kau jemput beliau saat ku sangat membutuhkannya
Namun tiada dendam dihati ini
Karena kutahu kita mengabdi ke TUAN yang sama
Wahai malaikat maut
Sudilah kiranya kau mampir barang sebentar
Duduk disebelah ranjangku
Dan menceritakan pengalamanmu
Disaat kau bawa roh-roh itu keTUANmu
Sehingga kan kuambil hikmah dari ceritamu itu
Kujadikan pegangan saat kau benar-benar menemuiku
Wahai malaikat maut
Sering kau mengadakan gladi resik
Latihan kematian bagi kami
Kau latih kami supaya tak gentar ketika bertemu denganmu
Dengan bencana, dengan kecelakaan, dengan tragedy
Sangat menakutkan namun
Dengan cara itulah kau tunjukkan belas kasihmu
Agar mata kami selalu terjaga ketika maut menjelang
-pagi ini kabar tentangmu kudengar lagi-
Teruntuk pendamping hidupku….
Wahai istriku…..
Kala itu kau berikrar tuk bersedia mendampingiku
Bukan hanya seumur hidupku
Tapi sepanjang hayatmu
Saat itu pula kututup pintu hatiku
Dan kuserahkan kuncinya kepadamu
Wahai istriku….
Lihatlah bentangan ombak......
Wahai istriku…..
Kala itu kau berikrar tuk bersedia mendampingiku
Bukan hanya seumur hidupku
Tapi sepanjang hayatmu
Saat itu pula kututup pintu hatiku
Dan kuserahkan kuncinya kepadamu
Wahai istriku….
Lihatlah bentangan ombak yang siap menerjang !
Yakinkah kau sanggup menemaniku disaat ombak itu datang?
Siapkah kau ketika badai mengguncang kapal kita?
Hingga hanya meninggalkan puing-puing
Hingga hanya layar koyak yang kita punya
Hingga hanya balutan kain bekas luka yang akan kita kenakan?
Masihkah kau akan ada disisiku?
Ketika kakiku sudah lumpuh
Ketika tanganku tak sanggup lagi menggenggam
Ketika badanku hanya bagai seonggok kayu lapuk
Wahai istriku….
Hampir 2 tahun kau dampingi hidupku
Setiap hari kau ada saat ku butuh
Kau hadiahi aku seorang putri lucu
Kau bangunkan aku saat lalai dan lupa
Kau rias tubuhku dengan wewangian surga
Tapi tak sedikitpun kudengar keluhan dari mulut kecilmu
Wahai istriku…
Sudah penuh hatiku oleh pupuk cintamu
Sudah mekar bunga-bunga kasih saying itu kini
Namun sedikit yang baru kukado untuk hati dan senyummu
Hanya seberkas tatapan mesra yang tersisa untukmu
Wahai istriku…
Kutahu semua yang kau berikan untukku ikhlas
Namun ikhlas pun ada harganya untuk sebuah pengabdian
Kuingat ucapanmu kala itu
“hati wanita itu bagai berlian, sekali berlian itu pecah
Tak akan bisa disambung kembali, maka jagalah keutuhan berlian ini”
Itukah harga pengabdianmu ?
Wahai istriku…
Ada pepatah bilang ‘surga ada dibawah telapak kaki ibu’
Kini yakinlah akan kuhadirkan surga bagi seluruh jiwa ragamu
Karena putri cantikku kuingin seindah dirimu
Kan kudidik putrimu dengan contoh darimu
Wahai istriku….
Sosokku belum sesempurna harapanmu
Namun kau berusaha menjadi sosok sesempurna mungkin dihadapanku
Akhlakku pun belum sesuai seperti yang kau minta
Tapi patuhmu tak pernah kuragukan terhadapku
Wahai istriku….
Syair ini kubuat hanya untukmu
Tersusun dari lemahnya hati ini didepanmu
Kusingkap tabir yang mengunci mulutku didepanmu
Sehingga hanya mampu kutuangkan dalam tulisan
Wahai istriku….
Betapa beruntungnya aku hidup didunia ini
Bila Allah tak memberiku harta, cukuplah kau sebagai perhiasan hidupku
Maka tak kan kusesali hidup yang diciptakan Allah hanya sekali untukku
Karena kau…karena kau keindahan mata dan hatiku….
Syukurku atasMU berlipat karena karunia ini Ya Allah
Maka dampingkanlah kami disurgaMU kelak…..amiin
Rinduku, 11 Juli 2006









