right_side

Terkumpul

Tampilkan postingan dengan label hari-hariku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari-hariku. Tampilkan semua postingan
In:

Biarlah engkau yang tercantik dihatiku

Setelah menikah ternyata ilmu gadhul bashar masih sangat berlaku, ya mau gimana ternyata pernikahan yang dipagari oleh gerbang suci ikatan malah jauh lebih besar godaan yang muncul. Membatasi pandangan adalah metoda terbaik tuk menjaga hati ini. Memandang hanya kepada yang telah halal bagi kita, melihatnya bahwa dialah yang tercantik yang bersemayam di setiap mimpi malam.



Jika anda para istri hendaknyalah membuat pandangan suami anda hanya tertuju kepada anda seorang, tutuplah setiap kesempatan tuk memandang kepada yang lain. Apalagi sampai membayangkannya, apalagi sampai lebih dari membayangkan. Tergantung pada wajah andalah pandangan suami akan berpaling atau tidak, bila wajah anda selalu memancarkan cahaya kesejukan kemanakah lagi harus memalingkan pandangan ini. Andalah panorama terindah ketika cahaya itu memancar. Ok. Setuju?



Kesejukan wajah sungguhlah tiada hubungan dengan kecantikan. Bila bagi yang belum menikah kecantikan sangatlah penting, sehingga banyak sekali pernikahan terjalin berdasar kecantikan, namun tidak menutup ada alasan tambahan dibaliknya barulah kemudian imannya. Bagi sebuah pernikahan kecantikan alangkah tidaklah penting, terasa kecantikan berada diurutan nomor-sekian-sekian. Jauh diatas kecantikan adalah kesejukan wajah anda ketika suami memandang anda. Kecantikan didalam pernikahan bukanlah hal yang mutlak, justru keteduhan jiwa dan kelembutan hati adalah muara air yang tak akan pernah habis direguk oleh suami ataupun anggota keluarga yang lain, keteduhan jiwa ini begitu mutlaknya harus tersirat ketika suami memandang, akan menjadi jawaban bagi angka perceraian yang semakin tinggi, perhatikan hadits Rasulullah ini. Suami termulia diantara manusia.



“Tiga kunci kebahagiaan laki-laki adalah istri shalihah yang jika

dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu

merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kendaraan

yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai

yang penuh kasih-sayang.



Tiga perkara yang membuatnya sengsara adalah istri yang tidak

membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya, juga

tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga

kehormatan diri dan hartamu; kendaraan rusak yang jika dipakai hanya

membuatmu lelah dan jika kamu tinggalkan tidak bisa mengantarmu pergi;

dan rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.”



Ketika penat melanda, ketika jenuh datang tanpa henti silih berganti keteduhan itu sangatlah diperlukan. Istri yang memeiliki keteduhan adalah obat yang luar biasa mujarab bagi ketenangan batin suami dan keharmonisan hubungan keluarga.



Saya teringat perkataan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim berkata, “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikan penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.” Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.”




untuk yang telah mengajarkanku arti kesabaran. i love you!


Subhanallah.




Add to Technorati Favorites

In:

pukullah dengan keras, putriku!

Suatu kali si sulung ku dengan semangat ikut ayahnya ke masjid terdekat tuk sekedar menemani sang ayah melintasi rimbunnya bamboo disebelah rumah. Ada kalanya si sulung takut sang ayah tersesat walau masjid itu hanya dipisahkan oleh salan aspal tipis yang lebarnya tak lebih dari meter.
Kesempatan itu sangatlah langka bagi sisulung, karena sang ayah jarang mengajaknya ke masjid karena menurut sang ayah perempuan memiliki tempat shalat terbaik yaitu di ujung terdalam rumahnya. Untuk kali ini sang ayah dengan begitu saja mengijinkan sisulung mengikutinya ke masjid, tentu saja dengan banyak peringatan. Jangan rame lah! Jangan lari-lari diantara orang shalat lah! Dan banyak lagi yang lainnya peringatan untuk anak dibawah 5 tahun yang diajak ke masjid. Sewajarnya karena ketakutan akan dimusuhi tetangga, bukannya kekhawatiran akan memberikan didikan yang keliru.
Ternyata dimasjid itu tak hanya sisulung seorang yang ikut sang ayah ‘bermain’ di masjid, ternyata dari sekian banyak tetangga yang memiliki balita hampir semua yang datang berjamaah mengajak anak-anaknya. Ayah sisulung hanya menggelengkan kepala pertanda dia sudah bisa menguak masa depan setidaknya 10 menit yang akan datang sudah bisa tertebak apa yang terjadi.
Hanya tinggal tahiyyat akhir sang ayah sudah mendengar tangisan dari balik arah kiblat, sehebatnya sang ayah berusaha khusuk suara tangisan itu benar-benar membuyarkan fokusnya demi mendengar suara yang begitu akrab didengarnya. Tepat seperti dugaannya ketika salam selesai diucapkan benar-benar suara tangis sisulung yang dihapalnya tiap hari telah pecah.
Dibelainya mukena kecil sisulung disandarkannya dibahunya dan sang ayah mulai memberi nasehat kepada putri tercintanya, walau sang ayah yakin putrinya belum mengerti benar apa yang ingin disampaikannya.
“cantik, apa yang membuatmu menangis?” Tanya sang ayah
“fulan memukul kepalaku”
Tampak lebih geram muka sanga ayah mendapati putrinya menahan sakit dikepalanya karena pertengkaran kecil seorang anak yang mungkin tak pernah lewat dari 1 jam.
Sang ayah dengan tenang berpesan,
”putri ayah yang cantik,ayah tidak menerima pengaduan bila ketika bermain engkau merasa tersakiti maka ayah mengijinkanmu menyakiti juga.memang itu akan mendidikmu arogan namun setidaknya kamu arogan terhadap ketidak adilan. Putri ayah yang rupawan, ayah tidak melarangmu menangis tapi bisakah tangisanmu itu engkau rubah menjadi bukti lembutnya perasaanmu, setidaknya tangisanmu adalah bentuk lemah lembutnya hatimu ketika bergaul.”
“putriku, ayah tidak pernah membedakan kamu dengan saudaramu yang laki-laki karena kelak yang membedakanmu hanyalah hatimu. Bila saudara lelakimu harus mengerti bagaimana menjadi perawat rumah tangga yang baik engkaupun akan mendapat didikan sebagi petarung yang tangguh.”
“sulungku, kini kembalilah bermain diusiamu kini kamu adalah ratu jangan biarkan kedewasaan merenggut bahagiamu bermain, jangan seperti buah yang masak dalam peraman. Kelak bila waktunya telah tiba engkau akan tumbuh menjadi sebuah pohon rindang yang lebat dengan akar menghunjam jauh kedalam bumi, menaungi yang lemah memberi makan pad ayang kekurangan dan menjadi kayu bakar bagi kebenaran.”
“putriku, diurat nadimu do’a-do’a malam orang tuamu mengalir jangan pernah menyerah pada congkaknya dunia!”
Kemudian diakhir malam itu sisulung tidur dipangkuan sang ayah dengan damai.

Add to Technorati Favorites

In:

In the name of love

Hari Rabu siang adindaku yang kata ibu dulu kayak arimbi baru mentas dari kali, ngirimin sebuag sms singkat, lah piye tho sms ya mesti singkat kok ya ada sms singkat? Maksudnya itu kalau biasanya sms dari istri puanjang-puanjang, sejak tak godaian dia ngga pernah romantis. Malah balesannya ngirim sms yang intinya cuman secuil bisa sepanjang sungai. Nah kali ini ngga biasanya sms nya suingkat padat jelas dan bikin berbunga-bunga. Gimana ngga isinya ”mas, tak beliin Ketika Cinta Bertasbih 2 dibaca ya?”. wah girangnya ngga ketulungan sampai-sampai pingin cepet pulang padahal jam dinding baru saja berdetak 2 kali.
4 hari lagi libur, membuat setiap sendi ini menjadi malas tuk bergerak, namun tak kubiarkan itu terjadi dalam 4 hari harus kususun agenda tuk mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat paling ngga untuk lebih menyenangkan keluargaku. Kumulai dengan hari pertama, dapur tempat cucian dan atap belakang harus butuh diperhatikan. Jadilah 1 hari penuh di hari kamis mbenerin atap belakang yang hanya terbuat dari asbes dan diselingi terpal panjang karena memang masih belum sanggup menjadikannya plafon dan genteng. Lah mau gimana lagi namun masih syukur tembok yang mengelilinginya tinggi jadi si arimbi mau nekat buka jilbab dibelakang juga ndak akan kelihatan dari luar.
Hari pertama libur atap beres, sama dapur yang kelihatan berantakan tak rapikan, membuat longgar ruangan yang kelihatan sempit, selonggar senyum indah di bibir istriku. Ashar sudah terdengar sempatin dulu ngadep yang punya waktu dan yang ngasih kesempatan hidup. Jam 4 kopi anget udah tersedia, fidza udah minta diajakin jalan-jalan sore, ya sekalian bundanya to buat pemberat boncengan belakang agar bila kena lubang ndak mendal-mendal. Ya kalau gitu sekalian romiznya, biar jangkep depan 2 belakang 2. jalan-jalan sore udah jadi kebiasaan fidza. Makanya tiap sore menjelang dia akan minta diajak keliling komplek dan belakang bukit. Memang komplek rumah ada disekitar perbukitan. Dulu katanya disini masih hutan dan bukitnya masih banyak pohon besar, namun kini sudah banyak perumahan namun tanpa merubah kontur tanah yang masih berbukit dan banyak pohon pelindungnya. Jadi kelihatan masih asri dan hijau. Hari pertama libur ini kudapat makna cinta dalam 2 versi, pertama cinta akan berbunga ketika kukorbankan segenap tenaga dan pikiran tuk membuatnya tetap harum dalam setiap sruputan kopiku. Dan kedua cinta itu seperti angin yang menerpa wajahku ketika putri kecilku duduk dipangkuanku dan istriku menggelayut mesra dibelakangku diatas motor bututku sambil bercanda ria.
Karena keringat terforsir seharian, yang biasanya hanya duduk tenang dikantor yang kerja cuman otak sama jari. Hari ini sekalian olah raga yang kerja seluruh badan otak dan okol dipakai, dan hasilnya dapur belakang jadi lebih teduh dan lebih longgar.
Hari Jumat menjelang matahari agak mendung, dan tak disangka memang hujan akan turun, namun hanya gerimis. Hujan tapi masih ada panas. Jadinya suasana gerah karena hawa lembab. Dan agenda hari Jum`at seperti telah disepakati adalah gardening, weh ini salah satu kegiatan favorut keluarga dalam mengisi liburan. Hampir seluruhnya kotor dengan tanah dan lumpur kalau hari berkebun telah dicanangkan. Mungkin hanya romiz yang masih 3 bukan yang ngga ikutan. Alangkah senangnya fidza bermain dengan lumpur dan air, malah ikutan hujan-hujanan. Dimulai dengan membersihkan jalur depan didepan pagar disamping kiri kanan jalan didepan rumah kami. Rumput dan bebatuan kami singkirkan. Kami gantid engan tanaman pot yang selama ini kurang terawat yanga da didalam pagar. Halaman paling depan luar pagar depan rumah kami tak urung berubah menjadi sejuk dan rindang. Ketika kami ganti dengan pohon samo kecik, jambu klutuk dan matoa. Nah ini buah matoa ini yang jarang orang tahu makanya tak tanem didepan biar nanti kalau buah semu orang bisa merasakan legitnya. Dan taman utama kami yang tepat didepan kamar utama yang menjadi sudut favorit saya dalam membaca. Duduk didalam jendela, menghadap taman yang hijau. Wah bisa lupa makan lupa tidur. Taman itu tak sulap menjadi seperti taman gantung babilonia. Lah emang saya pernah liat apa ya? Dibagian tanahnya tak bersihin hingga ke akar-akar tanaman kemudian telpon teman yang punya usaha nursery, dan minta kirimin rumput manila. Dan tak berapa lama dengan transaksi pertemanan rumput manila telah terpasang rapi di setiap penjuru taman yang masih terlihat tanahnya. Kini telah tertutup rumput kerdil itu. Di 3 sudutnya saya bangun semacam 3 pasak sebesar pohon kelapa dewasa. Untuk naruh 3 buah bonsai adenium yang telah matang dan siap dipajang didalam pot keramik berukir bunga. Berwarna tembaga pesanan istri.
Ketika melihat ada bambu teronggok dipojokan rumah otak berpikir bagusnya buta apa ya? Tak menunggu lama istri terinspirasi dengan pohon anggur yang mulai besar di pojokan rumah. Jadilah kubuat bambu itu sebagai rumah-rumahan kecil tempat anggur-anggur itu merambat disamping juga untuk pegangan tanaman serai merah untuk merambat juga. Akhirnya hari jum`at selesai sudah menjelang akan dimulainya shalat jum`at di masjid terdekat. Bergegas untuk segera menunaikan amalan wajib itu. Hari ini Jum`at diawal tahun yang baru cinta kudefinisikan seperti lumpur coklat,kotor, lekat, susah lunturnya.
Hari ke-3 dalam libur ini kuterbangun ketika fajar masih menyingsing setelah salat subuh dan beberapa lembar mushaf kubaca, aku bingung akan kuisi apa hari ini. Setelah sekian lama berpikir dan mencari kesibukan tetap tak kutemukan jawaban, hingga jam 10 ketika matahari sudah berada beberapa tonggak diatas kepala tetap saja otak ini masih kosong dan yang bis akulakukan adalah bermalas ria bersama istri yang telah selsai tugas dapurnya, dan juga bersama fidza dan romiz hingga adzan dhuhur yang kami lakukan hanya bercanda sambil sesekali menghidupkan TV dan mendengarkan musik menghilangkan kejenuhan. Tiada yang menarik tuk dilakukan. Dalam hal ini kami sepakat belanja dan menghabiskan waktu di mall bukanlah jalan terbaik, maka kami habiskan hari itu dalam kemanjaan canda tawa dan cumbuan bersama.
Di hari ke-3 itu kudapat makna cinta dari ucapan istri. Hari ini membosankan, itu-itu saja. Namun walau semua terasa hambar tetap rasa itu masih menyelingi di setiap senyum dan tawa kita. Makna cinta hari ini adalah cinta itu membosankan malah terkadang menjemukan dan seperti kita terjebak didalam sebuah ruangan tanpa pintu dan tanpa jendela.
Dimalam hari ke-3 baru teringat buku yang dibelikan arimbiku ini. Ketika Cinta Bertasbih 2 karangan kang Abik yang terkenal itu. Jadi untuk hari ini saya ijin ke istri untuk minta waktu menghabiskan 1 buku itu. Syukur Alhamdulillah istri mengijinkan dan memberikan saya waktu sampai selesai buku itu. Mungkin ini yang disebut ummi di DSH forum dulu dengan ME TIME ya? Jadi ya selama saya baca novel pembangun jiwa itu memang benar-benar pembangun jiwa, selain jalan ceritanya yang menarik dan mempermainkan emosi si pembaca juga ada banyak nasehat dan petuah yang tertuang didalamnya. Seperti petuah terakhir yang disampaikan khairul azzam di pengajian mengupas kitab jalalainnya. Yang memberikan definisi malas akibat dan dampak yang ditimbulkan dari malas. Yang membuat diri ini terlecut tuk segera berubah. Namun ada yang membuat saya agak kurang sreg dengan karya kang abik bagian buku ini. Yaitu Ketika Cinta Bertasbih 2 sepertinya kesannya Kang Abik hanya ingin menyelesaikan novel sambungan yang pertama, Emosi yang terlibat dalam membacanya hanya terasa di separuh bagian pertama, di separuh bagian kedua saya seperti membaca artikel koran, seperti tidak pakai emosi lagi. Padahal dibagian itu ada kejadian ketika ibu azzam meninggal dunia karena kecelakaan. Peristiwa meninggalnya seorang ibu bagi pembaca yang pernah kehilangan seorang ibu adalah bagian yang akan mencampur adukkan emosi pembaca dengan pengalaman pribadi pembaca ketika emosi itu dibangkitkan kembali melalui tulisan. Namun di bagian itu saya hanya seperti membaca koran harian. Tidak ada emosi didalamny, padahal juga say pernah kehilangan seorang ibu.
Saya jadi kurang memahami permainan emosi yang biasanya ada dalam setiap karya Kang Abik. Sepertinya Kang Abik hanya berusaha menunaikan janjinya pad apembaca tuk menyelesaikan novelnya atau Kang Abik sudah kehilangan sumber inspirasi dibagian terakhir novelnya. Sehingga tak bisa lagi membuat si pembaca terhanyut dalam suasana jalan ceritanya.
Namun sekurang apa karya manusia tetaplah tidak akan pernah menjadi sempurna, karena kesempurnaan adalah selendang Allah, bukanlah hamba yang hina dina. Tetap ucapan terima kasih terucap untuk Kang Abik yang telah memberikan embun dalan gersangnya sastra di indonesia. Memberikan penyuk didalam hati yang meranggas ini. Tepat jam 4 sore 1 buku etlah terselesaikan.tepatnya jam 4 sore hari ke -4. jadi ya novel itu kuselesaikan dalam 2 hari. Disamping ditunda tuk acara shalat dan meladeni sikecil bermain dan bobo. Dan me time ku telah kuminta pada istriku yang menjadikan diri ini sedikit bersalah karena meminta waktu yang mendeskripsikan diri ini begitu egois. Walaupun saya seorang kepala rumah tangga namun sisi egois itu kadang muncul begitu hebatnya. Meminta bagian lebih untuk dipenuhi. Dari di hari terkahir itu kudapati makna cinta adalah sisi egois manusia dalam menenuki waktu pribadinya tuk bercengkerama dengan rasa yang timbul didalam hatinya.
Apakah makna cinta itu sudah sempurna kutemukan dalam 4 hari liburanku bersama keluargaku? Tidak cinta masih banyak bentuk dan rupanya, sehingga bila didefinisikan akan memenuhi telaga dengan cinta. Sangat banyak hingga bila seluruh hidup ini dibuat liburan tak akan cukup tuk mendefiniskan makna cinta. Dan hanya cinta Hakiki yang akan membawa kebahagiaan tiada tara tanpa luka dan duka. Hanya cinta dengan sebab yang sejati yang akan membawa cinta sejati.

src="http://static.technorati.com/pix/fave/tech-fav-1.png" alt="Add to Technorati Favorites" />

In:

bingung budidaya air tawar

Di sebelah rumah ada tanah kosong ukuran tidak lebih dari 4 x 9 meter, saya sedang ingin budidaya perikanan. namun saya sedang bingung mana yg harus saya pilih. lele, patin ataukah Lobster air tawar. setelah browsing berhari-hari mendalami 3 ikan air tawar itu. saya masih tetap bingung. adakah yg bisa ngasih masukan dari 3 pilihan itu?

Add to Technorati Favorites

In:

pertengkaran itu belum usai,ternyata

hari ini dikantor hampir tiada satupun pekerjaan yang bisa kuselesaikan,
entah karena begitu malasnya atau karena laporan koperasi yang selama 1 minggu ini 
kutekuni.
mulai dari membuat laporan keuangan akhir tahun, 
sampai dengan pembagian SHU dan hari ini
petugas daftar gaji yang kebetulan sepantaran dikantor telah 
memberikan warning kepadaku
seperti alarm bulanan yang akan selalu berbunyi tiap mendekati tanggal terakhir di penghujung bulan.

ada hal menarik ketika aku menjadi satu-satunya pengurus yang aktif dalam kegiatan koperasi yang notabene organisasi minor dikantor. semua elemen koperasi anggota, karyawan ataupun pengurus yg lain yang tidak aktif sangat bergantung padaku dalam penghitungan pembagian SHU ini. karena itulah kesempatan yangs angat bagus bagi saya tuk mengetahui apakah ada konflik saya pribadi dengan orang lain, karena saat ini sayalah yang berkuasa.

saya yang berusaha supel selama ini mendapati ternyata ada salah satu rekan dikantor yang menyimpan sedikit masalah yang belum selesai terhadap saya. seorang ummahat berjilbab yang terkenal akan kegigihannya mempertahankan pendapat, sehingga menimbulkan sifat ketus dalam dirinya.

ummahat ini memiliki etos kerja yang tinggi walau dalam keadaan hamil sekalipun, seorang idealis sejati hingga cenderung ketus dan sangat kaku. memiliki dedikasi tinggi berani dan ceplas-ceplos hingga lupa bahwa manusia yang diajaknya bicara juga memiliki perasaan. dengan statusnya sebagai wanita dia menyembunyikan egonya. dengan identitasnya yang berjilbab dia menyembunyikan keluwesan dan kehalusan budi pekertinya.

hingga bahkan tanpa sadar dia lupa bahwa dia adalah seorang ibu bagi anaknya yang harus menjadi contoh. dia lupa bahwa dia seorang anak yang harus selalu menghormati kehendak orang tua, dia lupa bahwa dia seorang istri yang ridhonya tergantung pada suaminya.

dan besok adalah hari terakhir yang disepakati dalam pembagian SHU, atau bila tidak dana akan dikembalikan ke koperasi sebagai simpanan. hingga jam menunjuk angka 5. orang yang kutunggu tidak datang. saya tidak bersedia mengantarkan ke mejanya, karena saya juga memiliki ego. dan saya tidka bersedia memohon tuk menjelaskan sesuatu yangs aya tidak mengetahui permasalahannya.

pesan moral yang saya dapat sehari ini adalah : wanita berjilbab bukanlah boneka manekin yang selalu menurut dengan pakaian yang hendak dikenakannya.


Add to Technorati Favorites

In:

Untuk Para Ayah

"Sini nak, sun tangan dulu sama abi," sambil membetulkan kaus kaki yang sedang dikenakannya ia memanggil ke dua putrinya yang tengah asyik di depan TV.

Ada serial Dora, acara favorit mereka. Mendengar panggilan sang Ayah, dua balita itu berebut ke arahnya. Senyuman lelaki itu terkembang, tanpa menunggu waktu, setelah sun tangan, anak-anak kecil itu diberikan kecupan, tak cukup, satu persatu ia mengangkat tubuh si kecil dan didekapnya agak lama.

"Abi pergi dulu, nanti main sama teteh yah...", ia pun pamit diiringi langkah-langkah kecil ke dua puterinya. Di pintu gerbang, sang Ayah melambaikan tangan dan melemparkan sun jauh, masih ada senyum hangat di sana. Pagi baru saja beranjak. Sebetulnya ia masih ingin bercengkrama dengan mereka. Anak pertamanya sekarang sudah mulai lancar berbicara. Ia tidak berkerut lagi untuk mencerna perkataan putrinya. Dan adiknya sudah pandai berjalan, meski kadang beberapa kali harus tersungkur karena masih kurang keseimbangan. Dua-duanya perempuan. Lucu-lucu.

Jika sudah bermain dengan mereka, ia seperti mendapatkan banyak kenikmatan. Binar itu sungguh jelas menelaga di matanya. Maka, meninggalkan mereka menjadi hal yang memberatkannya. Hari ini, seperti kemarin dan kemarinnya lagi, besok dan selanjutnya, pergi untuk waktu yang lama, berada di luar rumah meraup nafkah halal adalah kewajiban yang tidak mungkin dilalaikannya. Ia sering kehilangan waktu berharga dengan mereka. Tetapi, bukankah yang dilakukannya juga adalah sebentuk cinta penuh makna untuk dua permata hatinya?
***

Para Ayah, mungkin adalah orang-orang yang mempunyai konsekuensi jauh dari anak-anak. Ya, karena umumnya seorang ayah harus berada di luar rumah dalam waktu yang lama untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam hal mencari nafkah keluarga. Untuk para ayah yang bekerja di kota besar, pergi pagi --bahkan jauh sebelum matahari terbit-- pulang larut adalah hal yang teramat biasa. Sudah lumrah malah, ketika akan ke kantor anak-anak masih bergumul di peraduan, dan pada saat pulang pun ia mendapati anak-anaknya sudah jatuh di ujung lelap. Bahkan, salah seorang rekan kerja, seringkali berhari-hari tidak pulang untuk urusan pekerjaan yang harus diselesaikannya di kantor.
Pertemuan dengan anak-anak mungkin hanya saat si ayah libur bekerja.

Berbeda dengan ibu --jika tidak bekerja-- yang setiap hari bisa mengurus secara langsung buah hatinya. Mulai dari bangun tidur, memandikan, urusan makanan, hingga persoalan sekolah dan tetek bengek keperluan sang anak. Ibulah yang secara fisik berhubungan dengan mereka. Maka, tak heran anak cenderung lebih dekat dengan ibu, dan biasanya ibulah yang menjadi tempat curhat anak-anaknya ketika mereka dihadapkan dengan berbagai masalah.


Padahal, kedekatan ayah dan anak sungguh sangat diperlukan. Tanggung jawab ayah tidak hanya sebatas bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pemenuhan kebutuhan itu hanya sebatas pada fisik saja, tidak secara emosi. Anak-anak bukanlah robot, ia adalah manusia yang mempunyai hati dan jiwa. Anak-anak adalah amanah dari Allah SWT. Ia butuh kasih sayang, perhatian dan bimbingan. Jiwanya perlu pengarah. Hatinya tak akan kaya hanya diberi berlimpah materi. Ia butuh sentuhan dan kehangatan. Dan semua kebutuhan ini tidak boleh hanya dipenuhi dari ibunya saja. Peran ayah tidak kalah penting. Menurut para pakar psikologi keluarga, sosok ayah berpengaruh terhadap konsep diri sang anak kelak. Anak butuh keduanya. Sentuhan ibu dan arahan Ayah.

Tapi bagaimana dengan masalah waktu yang dimiliki sang Ayah? Jarangnya ayah di rumah tentunya mengurangi interaksi dengan mereka. Ini bukan alasan, hal tersebut bisa disiasati. Karena sesungguhnya, yang paling penting adalah kualitas pertemuan bukan hanya kuantitasnya. Ketika ada kesempatan berdekatan dengan sang anak, sebaiknya para ayah memanfaatkan waktu sebaik mungkin, menanyakan keadaan mereka, bermain-main, hingga membantu anak-anak mengerjakan PR atau hal sepele lainnya. Dalam kesempatan bertemu dengan mereka, ajarkan nilai-nilai dan akhlak yang baik.

Sesungguhnya kedekatan itu bisa dibangun dengan berbagai cara, tidak hanya secara fisik berdekatan dengan mereka. Toh, ketika mempunyai banyak waktu di rumah tetapi perhatian ayah hanya kepada urusan kerja, tentu tidak akan ada artinya. Jika ayah tidak bisa memantau perkembangan anak-anak secara langsung, ia bisa bertanya kepada istrinya, ayah bisa meluangkan waktu walau hanya sebentar untuk berkomunikasi entah melalui telpon, pesan sms atau fasilitas lainnya. Intinya ayah selalu tahu perkembangan anak-anak yang diamanahkan Allah kepadanya.

Dan ada yang jauh lebih bermakna. Dalam setiap sujud di waktu shalat, dalam keheningan sepertiga malam terakhir, dalam setiap waktu luang dan lengang, sempatkan menengadah pinta kepada Yang Maha Kuasa, mengurai berbagai harap kepada Allah, tentang kebaikan sang anak. Membawa anak-anak dalam setiap doa, bisa jadi sebuah sarana pembangun kedekatan antara anak dan ayah yang paling indah.
Wallahu a'lam


Add to Technorati Favorites

In:

Elegi Esok Hari

Sayang hari ini engkau bersandar dipundakku, penuh kehangatan dan betapa mesranya sore ini menuntun jiwa kita menuju ke kebahagiaan. Tiada lelah buah hati kita berlalu lalang mengejar lincahnya kupu-kupu yang tak kalah indah.
Suasana hati yang sejuk sesemilir angin bertiup, meniup gada-gada keharmonisan rumah tanggaku.luapan hati semerbak mewangi menambah harumnya taman halamanku. Benturan tawa dan deritan canda tak lupa berhamburan. Indah……seindah warna cat duniaku.
Inilah jalan hidup yang kupilih, cabang yang dulu begitu banykanya memudarkan pilihanku. Dan kututup mataku dan kugandeng tangannya tuk kubawa menuju lorong indah ini.
Lorong waktu sempurna sesempurna percikan air kolam kedewasaan. Semerdu kicauan burung dalam sangkar emas.
Dalam lamunan dan cumbuan bayang-bayang senja itu. Kau dekap hangat rinduku.
Malam ini menjelang dan matahari segera tidur dalam peraduannya, tak ada sedetikpun senja ini akan terulang. Maka walau matahari tak bersinar esok ku tak kan kecewa.
Esok adalah harapan dan kemarin adalah kenangan, maka kutak kan hidup dalam keduanya. Karena waktuku adalah kepastian yang kuraih dengan usaha saat ini. Dan takkan kusesali hari kemarin, begitupun tidak ku terlalu berharap akan apa yang terjadi keesokan hari.
Angin akan tetap berhembus walau kurobohkan gunung, air akan tetap mengalir walau kujungkir posisi bumi. Karena itu lamunan tak akan kumasuki dan bayang-bayang tak akan kucumbu. Dan akan kunikmati saat ini. Karena esok, esok hanya ada dalam pikiran.



Add to Technorati Favorites

In:

Catatan Seorang Pria

Tahukah engkau kenapa saya suka wanita yang berjilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai keluar dari pintu rumah hingga masuk ke dalam rumah lagi. Dan boleh engkau tahu? Di tempat kerja saya, sering ke lapangan sebagai kurir pengantar surat. Ketika di jalanan kearah manapun saya memandang selalu membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat mata saya tenang, yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat ke depan, ada perempuan berlenggok dengan seutas Tank top. Menoleh ke kiri, pemandangan “pinggul terbuka”. Menghindar ke kanan, ada sajian “celana ketat plus you can see”. Balik ke belakang dihadang oleh “dada menantang”. Astaghfirullah, kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau berbicara tentang nafsu, jelas saya suka. Hal seperti diatas, itu mah kurang merangsang. Tapi sayang, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai sosok yang anggun mempesoan. Dan kalau dipandang, bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran ngeres dan hatipun menjadi keras.
Andai saja wanita mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.kecuali, bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan aset berharga yang mereka punya.
Betapa tersisksanya menjadi lelaki di jaman sekarang ini. Penyiksaan mata sehari penuh tiada henti, saya ingin protes tapi mau protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya akan mempertanggung jawabkannya?
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (An:nuur:30-31)
Jadi tak salah kalau saya lebih memilih berduduk lama didalam ruangan kecil ini, bergelut dengan kertas dan menatap layar computer, menyerap sekian juta electron yang terpancar dari monitor.saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tidak bisa mempertanggung jawabkan nantinya.. jadi tak salah juga kan kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian?
Maafkan aku mataku?............
Bukannya aku jahat terhadapmu
Namun karena kaulah jendela hatiku
Demi hatiku maka terimalah nasibmu menjadi mata.....


Add to Technorati Favorites

In:

rumah

Dalam beberapa waktu terakhir ini aku tersadar telah begitu lama meninggalkan tempat dimana ku dilahirkan dan dimana ku dibesarkan. Setidaknya itulah yang bisa kusebut rumah, dan disitulah ada semacam ikatan emosi. Namun kenyataannya kini kuterpisahkan jarak dan waktu dari apa yang kusebut rumah itu, bahkan kuterpisahkan berkilo-kilo air dan dalamnya lautan tuk segera menggapainya.
Kurang lebih 5 tahun yang lalu masih bisa kubuka jendela kamarku dirumah tempatku dibesarkan, masih bisa kuminum air hambar dari sumur buatan bapakku, dan masih bisa kuhirup udara pepohonan yang ditanam ibuku. Dan kini ku berada di pulau yang sama sekali berbeda hambar airnya, dan merah tanahnya adalah udara yang masuk dalam sela-sela lubang paru-paruku.
Ketika sebuah kenyataan mengantarku ke ranah yang tak terbayangkan sebelumnya, kutinggalkan segala kenangan, kenalan dan handai tolan. Memburu sejumput buih masa depan yang sebentar lagi segera kujelang. Dulu ibuku riang gembira menyambutku dikota dingin yang menumbuhkan pohon apel sebagai pengingat dan identitasnya. Meniupkan seberkas kehidupan titipan Tuhan, hingga tak terasa 7 tahun kemudian keduanya membawaku kembali bergulat dengan suasana baru dengan kota panas penghasil mangga dan anggur itu yang memberi predikatnya sendiri dengan sedikit sentuhan kebanggaan. Bayuangga, namun hebatnya nama itu malah disematkan disebelah kanan kiri sebuah perusahaan otobus. Orang akan sering salah mengucapkan anatara kotaku dengan sebuah kota di Pulau Jawa bagian tengah yang malah lebih terkenal di lidah penghuni peta Indonesiana, Purbalingga karena ke khasan bahasa daerahnya. Konon kabarnya perusahaan otobus ini malah menguasai setengah bagian timur dari pulau Jawa. Dan yg paling aneh karena begitu adikuasanya perusahaan ini mereka malh tak mau lagi menggunakan nama lama itu dan menggantinya dengan kata singkat padat dan jelas “Akas”, entah ini artinya apa?. Apakah nama salah seorang pemiliknya, atau mengambil dari bahasa sansekerta yang terkenal dilidah para wali songo itu, atau akan bermakna ketika kata itu dibaca dari kanan.
Tepat 11 pergantian tahun minum air kota itu dan hidupku terpatri dalam daun lontar sejarah komunitas Madura yang kontras akan kekerasan watak dan keasinan garam kehidupan budayanya. Sehingga orang akan menyandingkan perangaiku dengan kultur itu dan membandingkan indera perasaku dengan budaya keraton pemberian gen bapakku. Jadilah sesosok manusia cacat dengan pemikiran nyleneh dan keinginan aneh.
Kini rumahku berpindah bukan lagi menghuni dimensi ruang, seorang pepatah mengatakan ‘Home is where the heart is’. Bukan lagi ‘tempat’ yang kutuju tuk meraih ikatan emosi itu.
Namun kepuasan jiwa,
ketenangan pikiran,
keindahan penampakan.
Ketika embun setiap saat membasuh dahagaku akan kesejukan,
ketika sang surya fajar menghapus gurat bekas tidur di pipi dan daguku,
ketika siang mengeringkan tiap tetes keringatku,
ketika senja memberikan warna merah pada darahku,
ketika rembulan mencoba menafsirkan setiap mimpiku,
Ketika musik terindah yang melantun berasal dari derai tawa anak istriku,
Ketika riak air yang mengalir adalah kasih sayangMU,
Ketika damai menjadi pengetuk pintuku,
Ketika tenteram adalah kursi malasku.

Itulah yang kudambakan menjadi rumah, penenteram hatiku, yang kubangun sendiri dengan jerih payahku dan kutegakkan dengan bantingan tulang dan perasan keringatku. Tak perlu Listrik tuk meneranginya cukup pelita dari pancaran mata anak istriku. Tak perlu mesin tuk membawaku berkeliling diantara pepohonan dan semak belukar, cukup bangkiak kayu pelana telapak kakiku.
Kini ketikan keyboardku membuatku rindu akan rumah itu. Rumah itu ada didalam khayalanku namun dengan luapan cuka cita akan segera kubangunkan didalam hatiku. Tuhan aku ingin pulang, tunjukkanlah kepadaku marka jalannya hingga ku tak tersesat!


correct me if i wrong
Technorati Profile

In:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana….!

Saat pertama melihatnya, “bukan….. itu bukan melati yang kucari”, mungkin itu kalimat pertama yang terbayang dalam benakku. Maka lebih baik kubatalkan saja khitbah ini. Tapi keinginanku untuk menggenapkan setengah dien sudah bulat. Maka kuberanikan hati ini tuk mengucapkan kalimat itu, dan diamnya adalah persetujuannya.
Tiba-tiba malam itu bidadari ini mengucapkan, kalimat pertamanya , “Eh…..kita udah jadian lho….”kalimat itu teputus di tenggorokan
entah apa yang membuat kalimat itu serasa kurang lengkap dari seharusnya, kami saling terdiam, mungkin panggilan yang belum kami sepakati untuk malam itu.
Tak terlalu muluk cita kita ketika memulai pernikahan ini. Kita hanya ingin kesucian diri dan agama kita terjaga dengan sempurna. Itulah kesederhanaan niat yang kita ikrarkan karena yang sederhana memang lebih bertenaga. Tetapi kesederhanaan kita bukan kesederhanaan yang biasa-biasa saja, kita ingin kesederhanaan yang istimewa dan mempesona seperti syair yang dikutip Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam buku beliau, 40 nasehat Rumah tangga.

Sepotong roti yang engkau makan di suatu sudut
Segelas air putih dingin yang engkau minum dari mata air
Kamar bersih tempat engkau menenangkan dirimu
Istri patuh yang membuat engkau puas dengan melihatnya
Anak perempuan kecil yang dikaruniakan dengan kesehatan
Rezeki yang tidak engkau sangka-sangka sumbernya
Allah menetapkanmu menjadi seorang Da`I
Di suatu Masjid terpencil untuk menghilangkan kerusakan

Adalah lebih baik daripada waktu yang engkau habiskan di istana-istana megah
(Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid)

Inilah kesederhanaan. Tetapi selalu harus ada nilai-nilai agung dalam kesederhanaan. Seperti halnya kalimat pertama yang terucap saat khitbah dulu,”bukan….itu bukan melati yang kucari.” Memang dia bukan melati yang memiliki putih yang mengkilap, dia bukan melati yang selalu menebarkan wangi disekelilingnya. Dia adalah pioni ungu yang tegar, saat melati terpatahkan oleh badai, tergugurkan oleh angin, pioni itu mampu meliuk sedatar tanah tuk menaklukkan angin dan badai. Seperti halnya hadits Ummu Salamah tentang kelebihan wanita dunia ketimbang bidadari surga, maka pasti akan memilih wanita dunia. Karena kelebihan wanita dunia dibanding bidadari sebagaimana kelebihan apa yang tampak dari apa yang tak terlihat.

…..Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”
Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, pehiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.. Mereka berkata,”Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridho dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”… (HR. Ath Thabrani)
Maka bidadari dunia, ijinkan aku mencintaimu dengan sederhana !

In:

25 jam sehari dan 8 hari seminggu

Waktu akan terasa singkat saat kita berkumpul dengan kenyamanan dan kehangatan suasana yang namanya keluarga. Keluarga sakinah mawaddah dan penuh rahmah, Keluarga surga yang selalu dicontohkan Rasul dan para sahabatnya.Keluarga indah penghulu surga.
Bagaimana kelembutan Rasul terhadap keluarganya, seperti yang dikisahkan aisyah, Rasulullah itu saat diluar rumah garang mengaum bagai singa untuk mempertahankan agamanya, namun saat didalam rumah beliau mengeong seperti anak kucing yang butuh kasih saying. Subhanallah contoh indah dari seorang manusia mulia yang juga seorang suami bagi istrinya dan seorang bapak dari anaknya.Qawwam yang begitu dibanggakan seisi keluarga. Setidaknya itulah yang disampaikan Zainab binti jahsyi saat selesai masa iddahnya dan diangkat derajatnya oleh Rasul. Karena tidak menemui cinta sehebat Rasul dalam ikatannya dengan Zaid bin haritsah.
Itulah yang diajarkan Rasul sebagai suami teladan bagi ummatnya.Begitupun yang coba kuterapkan dalam keluarga kecilku, namun contoh itu begitu agungnya sehingga diri yang lemah ini hanya secuil sanggup menirunya.
Dimulai dipagi buta kami sekeluarga sudah terbangun karena sikecillah weker manual kami tuk bangun dan melawan dingin meninggalkan selimut yang seakan mengikat kami tuk tetap terlelap.Sikecil yang pasti selalu terbangun syukur kami ucapkan kepada yang mematikan kami dan memberikan hidup kami kembali.Shalat yang paling dibenci oleh munaafikun adalah shalat subuh dan isya` oleh karena itu kami mencoba dengan sangat agar tidak termasuk dalam golongan munaafikun ini.Sehabis tangan ini basah oleh airmata permohonan ampun dan mulut ini basah oleh lantunan indah firmanMU, giliran keningku semerbak wangi oleh kecupan bidadariku. Sekarang giliranku tuk membersihkan sisa-sisa lelah sikecil bau pesing yang ditinggalkannya di celana harus kubersihkan.Bidadariku pun sigap dengan kompor yang sudah menyala tuk menyediakan keberkahan Allah diatas meja makan kami.
Setelah amah nya sikecil datang kami titipkan buah hati kami ke amahnya, kebetulan amh sikecil telah kamis eleksi dengan teliti terutama aqidahnya, sehingga kami percayakan sikecil ke amahnya yang menurut kami memiliki kesabaran dan aqidah yang mumpuni, sehingga akan amanah dengan kepercayaan kami.
Namun disitulah kerisaukan kami, meski amah kami termasuk yang amanah, namun bagaimanapun anak kami tidak berada ditangan kami. Sehingga setiap saat kami selalu was-was.Ada yang beranggapan bersama anak itu yang penting kualitas waktunya bukan kuantitasnya, ternyata anggapan itu salah. Sebagus apapun kualitas waktu kita dalam menghabiskannya dengan anak tetap tak akan tergantikan setiap detik melihat senyumnya, setiap detik membalas tawa candanya, atau setiap menit meraih ajakan manjanya tuk bergelayut dan bermanja ria bersamanya.
Atau saat-saat indah membantu pekerjaan istri, tak kan pernah terlewat waktu indah itu. Namun waktu kami tersita istri juga seorang pekerja.Sering kami lewatkan kerlingan nakal sikecil. Sering juga kutelantarkan istri bersama amanahnya, padahal itu juga tanggung jawabku sebagai kepala keluarga.Namun semua itu begitu susahnya kuhindari.Tuntutan pekerjaan begitu seringnya menyita waktuku bersama keluargaku. Otomatis hanya sesudah maghrib dan sebelum berangkat kekantor kunikmati waktu keluargaku. Walau tinggal menyisakan hari sabtu dan minggu tuk bergumul bersama keluargaku namun itu belumlah cukup tuk menghapus hausku akan kasih sayang mereka. 25 jam sehari dan 8 hari seminggu rasanya pun belum ideal tuk menggantikan waktu-waktu yang telah kulewatkan bersama mereka.
Bidadari-bidadariku maafkan qawwammu ini yang begitu lalai akan pemenuhan kasih sayangmu! Maafkan ketidak sanggupanku membagi waktu untuk kalian! Kualitas waktuku bersama kalian bukanlah yang utama, aku sadari sepenuhnya itu namun kuantitas yang kau minta pun sampai sekarang begitu sulit kupenuhi. Tinggal kuminta doa dan pengertianmu tuk selalu memberikan cadangan cinta yang selalu kubutuhkan tuk memulai hariku.